Tips Meminimalisir Kandungan Gula Dalam Nasi

Thursday, June 7th, 2018
Kandungan Gula Dalam Nasi

Pernahkah Anda mendengar tentang kandungan gula dalam nasi? Ya, nasi adalah salah satu dari beberapa makanan pokok yang dikenal memiliki zat gula. Makanan pokok asli orang Indonesia ini memang dinilai mengenyangkan lantaran juga mengandung kandungan karbohidrat. Bahkan kandungan tersebut lumayan tinggi. Karena itu, bagi beberapa kalangan yang menderita penyakit tertentu disarankan untuk tidak terlalu berlebihan mengonsumsinya.

Tips Jitu Menimimalisir Kandungan Gula Dalam Nasi

Selain karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, nasi menjadi pantangan bagi penderita diabetes lho. Hal tersebut dikarenakan kandungan gula di dalam nasi dinilai dapat memicu kenaikan kadar gula dalam darah normal. Ini biasanya terjadi pada mereka yang menderita diabetes dan orang-orang yang memiliki berat badan berlebih. Lantas, bisakah kita mengurangi atau meminimalisir kandungan gula dalam nasi yang kita makan sehari-hari? Jawabannya bisa! Coba tengok tips berikut ini!

1. Pilih Beras Dengan Tekstur Yang Keras

Langkah pertama agar meminimalisir kandungan gula dalam nasi yaitu dengan memilih beras yang akan Anda masak menjadi santapan nasi. Beras yang bagaimana yang harus dipilih? Sebenarnya pada dasarnya, jenis beras bisa dimasak. Namun, bila Anda berniat untuk mengurangi zat gula di dalamnya, sebaiknya pilih beras bertekstur keras atau beras Pera. Beras pera umumnya adalah jenis beras long grain alias panjang-panjang.

Salah satu contohnya beras asal Sumatera. Beras jenis ini tidak mudah untuk dicerna tubuh lantaran mempunyai kandungan amilosa yang tinggi. Berbeda dengan beras biasanya setelah dimasak akan menghasilkan nasi dan kandungan gula dalam nasi tersebut tinggi. Amilosa dalam beras pera merupakan bagian pati. Menariknya, apabila kandungan amilosanya semakin tinggi, maka nasi pera yang telah dimasak akan menghasilkan indeks glikemik rendah.

Nasi pera konon berbanding terbalik dengan nasi pulen. Nasi yang asalnya dari beras dan mengandung kandungan amilosa sekitar 20 sampai 25 persen. Nasi jenis ini biasanya memiliki tekstur tidak keras dan tidak lengket. Teksturnya juga lebih berair namun pada saat dingin akan terasa lunak. Di Indonesia sendiri, kebanyakan orang menyukai nasi pulen meski kandungan gula dalam nasi ini tinggi.

2. Pilih Cara Memasak Pratanak

Tips jitu kedua agar mengurangi kandungan gula dalam nasi ialah dengan memilih cara memasak yang tepat. Tidak bisa dipungkiri bahwa cara memasak nasi sehari-hari juga mempengaruhi kandungan di dalam sajian nasi tersebut. Selama ini masyarakat kebanyakan memilih memasak nasi dengan menggunakan ricecooker.

Memang selain bisa menghemat waktu karena nasi masak dengan cepat, tehnik memasak ini juga terbilang praktis. Lantas, apakah tehnik ini tepat untuk kesehatan kita? Sebetulnya memasak dengan salah satu peralatan masak tersebut memang tidak salah. Namun, yang perlu menjadi perhatian Anda agar bisa meminimalisir kandungan gula dalam nasi tersebut adalah langkah setelah nasi matang.

Apakah Anda suka menyantap nasi dalam keadaan hangat? Sebaiknya, setelah nasi dimasak, keringkan nasi tersebut demi meminimalisir kandungan gula dalam nasi. Percaya atau tidak, nasi yang telah dimasak kemudian dikeringkan memiliki indeks glikemik yang cenderung lebih rendah ketimbang nasi hangat. Ketika beras dimasak, beras tersebut akan mengembang menjadi nasi.

Nah, nasi bisa saja pecah pada saat mencapai suhu tertentu dan hal ini membuat kandungan amilosa keluar. Berbeda dengan pengeringan, amilosa akan terikat dan menjadi lebih kompleks. Inilah yang menyebabkan indeks glikemiksnya lebih rendah. Lantas, bagaimana bila Anda tidak sempat menerapkan cara pratanak? Sebaiknya konsumsi nasi setelah dingin karena kandungan gula dalam nasi tersebut bisa dibilang lebih rendah.

3. Hindari Berlebihan Memanaskan Nasi

Salah satu tips agar dapat meminimalisir kandungan gula dalam nasi adalah dengan menghindari memanaskan nasi. Terlebih bila aktifitas ini dilakukan dengan memanfaatkan rice cooker. Memang peralatan memasak nasi ini menguntungkan karena memudahkan manusia dalam mengubah beras menjadi nasi. Namun, di balik keuntungannya ternyata ada kelemahan yang harus Anda perhatikan.

Beras sendiri mempunyai pelindung yang tampak seperti kulit ari. Pelindung ini berperan agar nasi menjadi tidak mudah dicerna enzim di dalam tubuh. Namun, pemanasan nasi yang berlebihan atau bisa juga terlalu lama dapat membuat kulit ari nasi menjadi pecah. Bila sudah begini tentu saja nasi akan mudah dicerna tubuh dan kondisi tubuh menjadi kurang sehat. Bahkan kandungan gula dalam nasi yang telah Anda panaskan tersebut tidak menyehatkan tubuh Anda.

Oleh karena itu, sebaiknya bila nasi yang dimasak menggunakan rice cooker sudah matang, segera pindahkan nasi tersebut ke wadah lainnya. Dengan begitu, kandungan gula dalam nasi yang Anda santap setiap hari tidak akan memberikan dampak yang buruk terutama bagi kesehatan. Apalagi bila Anda mengidap penyakit diabetes.

Nah, itulah beberapa tips jitu meminimalisir kandungan gula dalam nasi yang kita santap sehari-hari. Menyantap nasi memang sah-sah saja mengingat nasi adalah makanan pokok kebanyakan orang di tanah air. Namun, mencermati konsumsi nasi juga penting untuk kesehatan Anda lho!

Artikel terkait : penurun kolesterol tradisional